"Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau".

Rabu, 05 September 2012

Hamba Uang atau Hamba Kebenaran?


Nats: 2 Timotius 3:2
Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi Hamba Uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
1.       Hamba Uang atau Hamba Tuhan
Surat Paulus yang kedua kepada Timotius dipercaya banyak ahli Alkitab sebagai surat terakhir sebelum akhirnya Paulus mati dibunuh di Roma. Paulus sendiri menulis di dalam surat ini bahwa kematiannya sudah dekat (2 Timotius 4:6). Menyadari bahwa kematiannya sudah dekat, tentunya apa yang ditulis Paulus dalam suratnya yang kedua kepada Timotius, anak rohaninya, merupakan pesan yang penting bagi Timotius, dan juga bagi kita yang membacanya di zaman ini.

Dalam surat 2 Timotius 3:1-5, Paulus menggambarkan kondisi manusia pada akhir zaman, di mana ciri utamanya adalah mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang, selain sifat-sifat lainnya seperti membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah (ay. 2-4).

2.       Apa Artinya Menjadi Hamba Uang?
Menjadi hamba uang artinya adalah menganggap uang sebagai yang terutama dalam hidup ini, dan menjadikan uang sebagai segala-galanya. Menjadi hamba uang berarti menganggap bahwa segala sesuatunya dapat dibeli dengan uang, dan semua yang dilakukan haruslah diukur dengan uang.

Saya pernah membaca sebuah catatan yang kira-kira isinya seperti ini:
  • Uang memang bisa membeli buku, tetapi tidak bisa membeli hikmat.
  • Uang memang bisa membeli pengawal, tetapi tidak bisa membeli keamanan.
  • Uang memang bisa membeli salib, tetapi tidak bisa membeli keselamatan.
  • Uang memang bisa membeli cincin kawin, tetapi tidak bisa membeli cinta.
  • Uang dapat membeli kasur yang empuk, tetapi tidak bias membeli tidur yang nyenyak.
  • Banyak hal yang dapat dibeli dengan uang, tetapi uang tidak dapat membeli semua hal.

Pendapat saya tidak mengatakan bahwa uang tidak penting. Saya memerlukan uang, untuk itulah saya bekerja keras di ladang Tuhan, dan saya yakin anda pun bekerja demi mendapatkan uang.
Tapi yang Alkitab sorot adalah janganlah kita menjadi hamba uang. Jangan kita karena mengejar uang yang banyak kemudian bekerja mati-matian dan bahkan tidak memiliki waktu lagi untuk keluarga, apalagi untuk Tuhan karena terlalu sibuk bekerja mencari uang. Jangan juga kita menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, entah dengan mencuri, korupsi, dan lain sebagainya.
Alkitab bahkan mengatakan bahwa orang-orang seperti ini secara lahiriah tetap menjalankan ibadah mereka, namun hati mereka bukan lagi untuk Tuhan, tetapi sudah berfokus kepada uang, karena mereka sudah dikuasai oleh hawa nafsu.
(baca: 2 Timotius 3: 4).
3:4 suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

3.       Bagaimana cara mengatasinya?
Caranya sebetulnya mudah, jadilah hamba Tuhan dan bukan hamba uang. Jadikan Tuhan sebagai yang terutama dalam hidup kita, dan bukan uang yang terutama. Jika kita menjadikan Tuhan sebagai tuan kita, maka kita menjadi hamba Tuhan. Jika kita menjadikan uang sebagai tuan kita, maka kita manjadi hamba uang. Kita harus memilih salah satu, karena tidak ada orang yang dapat mengabdi ke dua tuan (Matius 6:24).
6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Ingatlah bahwa akar dari segala kejahatan adalah cinta akan uang: Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. (1 Timotius 6:10).

Saya berpendapat: bahwa sesungguhnya kita salah ketika kita mencari uang tapi tidak mencari Tuhan. Pastikanlah bahwa kita harus mencari Tuhan terlebih dahulu, maka selanjutnya uang akan datang dengan sendirinya kepada kita. Firman Tuhan berkata: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).
Jika kita mencari Tuhan terlebih dahulu dan menjadi hamba Tuhan, maka bukan kita yang mencari uang, tetapi uanglah yang akan mencari kita. Buat apa menjadi hamba uang, padahal Tuhan kita adalah Tuhan yang memiliki emas dan perak. Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. (Hagai 2:9)
Jadi ketika kita menjadi hamba Tuhan, yang adalah Tuhan atas emas dan perak, maka Tuhan akan memberkati kita dengan limpah, dan mencukupkan segala keperluan dan kebutuhan kita, menurut kekayaanNya dan kemuliaanNya.
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus. (Filipi 4:19).

IMPLIKASI :
Marilah kita menjadi hamba Tuhan, dan bukan menjadi hamba uang, maka berkat Tuhan akan melimpah dalam kehidupan kita.

Ayat Penutup: Ibrani 13:5
Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Bacaan Alkitab: 2 Timotius 3:1-5
3:1 Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
3:2 Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah, mereka akan berontak terhadap orang tua dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama,
3:3 tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik,
3:5 Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar