"Awasilah dirimu sendiri dan awasilah ajaranmu. Bertekunlah dalam semuanya itu, karena dengan berbuat demikian engkau akan menyelamatkan dirimu dan semua orang yang mendengar engkau".

Rabu, 05 September 2012

Berhala


Nats : 1 Korintus 10:14
Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!

Pendahuluan :
Pengertian dari “berhala” adalah patung dewa atau sesuatu yang didewakan yang disembah dan dipuja.  memberhalakan identik dengan memuja dan mendewakan, mengkultuskan, memuja-muja, mengagung-agungkan, atau mendewa-dewakan.
Banyak orang kristen saat ini mengira bahwa menyembah berhala identik dengan menyembah patung-patung, batu atau ukiran tangan manusia, sama seperti pada zaman bangsa Israel dahulu. Berhala-berhala seperti itu memang masih ada, tetapi saat ini terdapat banyak sekali bentuk-bentuk berhala modern yang sudah bersalin rupa atau berevolusi dari bentuk-bentuk yang lama, tetapi prinsip-prinsip berhalanya masih tetap sama.
Sebuah era modern yang dipenuhi dengan kecanggihan teknologi menghiasi  setiap sela –  sela kehidupan manusia sekarang. Hingga merubah sesuatu yang sederhana menjadi tampak lebih kompleks dan indah di mata manusia sekarang. Begitu pula lah yang terjadi dengan berhala – berhala yang ada pada zaman ini, mereka bermetamorfosis menjadi bentuk yang lebih elegan untuk menjadi sesuatu yang indah untuk disembah.

1.       Jauhilah Penyembahan Berhala!
“Jauhilah” artinya pergi menghindar supaya jauh; meninggalkan: atau menyingkir.
Mungkin ada yang berkata bahwa pada saat sekarang ini kita tidak lagi membangun mezbah penyembahan berhala, sudah menjauhi perdukunan, tidak lagi menyimpan jimat-jimat dan lain sebagainya, jadi tidak perlu dikuatirkan akan jauh dari Tuhan. Tetapi sebenarnya ada begitu banyak hal yang membuat kita masih dekat dengan berhala. Kalau hati kita masih condong dan cenderung lebih mengutamakan sesuatu hal atau sesuatu benda atau kedua-duanya, maka sebenarnya tanpa sadar kita sudah mendekat kepada berhala dan menjauh dari Tuhan. Kalau kita tidak memberi tempat kepada Tuhan sebagai nomor satu atau prioritas, maka sesungguhnya kita telah menduakan Dia.

Kata “menjauhi”mengandung arti bukan hanya menjaga jarak atau menyingkirkan, tetapi juga memusnahkan dan menghancurkan dengan tiada kompromi segala sesuatu yang berusaha menjauhkan kita dari Tuhan.
Berhala seringkali membuat kita menjauh bahkan menjadi seteru dari Tuhan. Seperti yang dilakukan oleh umat Tuhan yang ada di Korintus, mereka menduakan Tuhan dan tidak lagi berlaku setia kepadaNya dengan membangun mezbah-mezbah pengorbanan yang sesungguhnya bukan untuk Tuhan.

2.       Berhala Modern
Berhala bukan hanya sekedar merupakan patung, tetapi apapun yang kita sembah atau gunakan sebagai pengganti Tuhan, entah itu patung, atau hasil karya kita yang kita idolakan. Dalam zaman modern ini tanpa kita sadari, banyak hal telah menjadi idola atau berhala kita. Berhala modern kita adalah hal yang kita gunakan sebagai prioritas hidup kita, sebagai sandaran keselamatan, ketergantungan, dan kebanggaan hidup kita.
Beberapa katagori dari berhala-berhala modern yang dapat kita saksikan pada saat ini adalah :

a)       Kecintaan akan uang.
Uang dianggap segala-galanya yang dapat memberikan kesejahteraan, ketentraman, kenikmatan atau kekuasaan. Kehausan akan uang membuat banyak orang bersedia mengorbankan apapun seperti mengorbankan keluarga atau Tuhan; ia juga bersedia melakukan segala cara untuk mendapat uang entah itu dengan kekerasan, penipuan, atau korupsi.
Dalam 1 Timotius 6:10 dikatakan: ”Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.“

b)       Digital Multimedia Infotaiment
Jutaan orang di seluruh dunia menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk menonton televisi, bermain game, berinternet dan menggunakan Handphone. Televisi, saat ini sudah menjadi berhala atau idol yang memberitahukan kita berbagai informasi, apa yang harus kita dengar, apa yang kita makan dan minum, dan nilai-nilai apa yang harus kita ikuti dan yakini melalui berbagai siaran-siarannya. Televisi mengontrol kita melalui berita-berita yang sudah disaring berdasarkan versi mereka, melalui film-film dengan nilai-nilai yang sering berbeda dengan yang kita yakini, dan iklan-iklan yang menjejali kita dengan dorongan untuk konsumerisme.
Televisi sudah hamper seperti nabi-nabi palsu modern, memiliki pengaruh yang sangat besar, karena bersifat mengontrol pikiran kita. Pikiran manusia merupakan pintu gerbang untuk mulai meragukan iman kita kepada Tuhan. Ketika Iblis menjebak manusia pertama di Taman Eden, ia mulai dengan menimbulkan keraguan dalam hati manusia dan pikiran adalah pintu masuk ke dalam hati manusia. Jadi kalau kita tidak mampu mengontrol apa yang masuk kedalam pikiran kita melalui apa yang kita lihat dan dengar melalui televisi, maka cepat atau lambat kita mulai mengadopsi keyakinan baru dan meragukan iman kristiani kita.
Internet dan Handphone juga menjadi sumber pelarian banyak orang. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam untuk bermain internet, chatting, dengan berbagai media jejaring sosial seperti facebook, twitter, atau blackberry. Internet sering menjadi pelarian untuk pornografi, video game kekerasan, praktek-praktek pedukunan, hipnotis, atau ajaran-ajaran radikal yang menyesatkan. Akses terhadap internet saat ini menjadi makin mudah dengan berbagai peralatan mobile yang memungkinkan orang dari mana saja dan kapan saja mengakses internet.

c)       Musik juga dapat menjadi berhala modern saat ini.
Banyak musik membuat anak-anak muda menjadi lupa diri. Musik sebagai tempat pelarian bila merasa frustasi, patah hati, marah, dsb. Kita sering membuka diri kita, pikiran, hati dan jiwa kita kepada musik tanpa sadar bahwa musik tersebut dapat menyesatkan kita. Banyak sekali lirik musik dan irama musik yang bisa membutakan hati kita, atau mendorong kita untuk meyakini nilai-nilai yang tidak sesuai dengan iman kristiani kita.

d)       Mengidolakan manusia.
Sering tanpa kita sadar kita mengidolakan manusia melampaui Tuhan. Contoh-contoh yang sering kita saksikan adalah mengidolakan penyanyi, artis, pemimpin negara, pendeta, guru pujaan mereka. Begitu kuat idola itu bagi seseorang sehingga ada yang bersedia mengorbankan apa saja demi sang pujaannya.

e)       Kekuasaan.
Kekuasaan sering menjadi berhala yang menggiurkan melampaui kehausan akan uang. Orang bisa memiliki uang tetapi masih merasa haus akan kekuasaan karena kekuasaan memberikan perasaan berkuasa atas orang lain, atau atas sesuatu. Banyak orang bersedia mengorbankan apa saja demi meraih kekuasaan. Selain itu, setelah seseorang meraih kekuasaan, maka kekuasaan itu sendiri dapat merubah seseorang menjadi kejam seperti Iblis yang membinasakan jutaan orang serta menghujat Tuhan.

f)        Pujian.
Pujian merupakan berhala bagi banyak orang. Kehauan akan pujian membuat banyak orang bersedia mengorbankan waktu, uang dan tenaga agar dihargai, dipuji, dianggap cantik, atau dianggap hebat. Iblis dulu seorang malaikat Tuhan dengan segala keelokan yang diberikan Tuhan, namun ia terjebak dalam keinginan untuk dipuji dan dihormati oleh sesama malaikat dan terbuang dari hadapan Tuhan.
 
g)       Karier juga bisa menjadi berhala bagi kita kalau kita tidak hati-hati.
Karier bisa membuat orang mengabaikan rumah tangga atau meninggalkan Tuhan. Iming-iming akan jabatan sering membuat orang berkompromi dengan tekanan dari luar dan menurunkan standar moral, iman, atau bahkan menghujat Tuhan.

3.       Mendekatlah Kepada Tuhan
Firman Tuhan berkata kepada umatNya untuk mendekat kepada Tuhan agar Dia dekat kepada kita (Yakobus 4:8).
Dan juga firman Tuhan mengatakan: ”berserulah kepadaKu” agar Dia mendengarkan seruan kita (Yeremia 33:3).

Untuk mendekat kepada Tuhan kita harus berani berkata “Tidak” kepada berhala yang ada di sekeliling kita. Untuk dapat berseru kepada Tuhan, kita juga harus menjauhi segala hal yang membuat Dia menjadi nomor dua. Seruan kita sepertinya tidak didengar apabila kita menjauh dari Dia akibat adanya berhala (Yesaya 59:1).
Menjauhi berhala bahkan memusnahkannya tanpa kompromi akan lebih mendekatkan kita kepada Tuhan. Kalau Tuhan dekat dan ada bersama dengan kita, maka siapakah yang akan menjadi lawan kita? Tidak ada. Masalah-masalah yang ada tidak akan menjadi topik utama dalam kehidupan kita karena kita yakin bahwa Tuhan sanggup mengatasi masalah itu dan kita yakin bahwa Dia ada bersama dengan kita. Sakit-penyakit tidak akan menjadi keluh kesah bagi kita karena kita yakin Tuhan sanggup melakukan segala perkara. Oleh karena itu, mari kita jauhkan segala berhala yang ada yang bisa menjauhkan kita dari kasih karunia Tuhan agar kita bisa dekat denganNya. Kasih karunia Tuhan menyertai kita semua.

4.       Alkitab Perjanjian Baru juga mengingatkan orang percaya terhadap penyembahan berhala :
Penyembahan berhala dewasa ini dinyatakan dalam berbagai bentuk. Secara terang- terangan, penyembahan berhala muncul dalam bentuk agama-agama palsu di dunia, dan dalam bentuk sihir, satanisme dan bentuk-bentuk okultisme lainnya. Penyembahan berhala dapat dijumpai ketika manusia menyerahkan diri kepada keserakahan dan materialisme daripada bersandar kepada Allah saja. Akhirnya, penyembahan berhala terjadi di dalam gereja ketika orang mempercayai bahwa mereka dapat melayani Allah dan menikmati keselamatan dan berkat-Nya sambil tetap mengambil bagian dalam berbagai perbuatan dursila dan fasik di dunia ini.
 
Oleh karena itu, PB menasihatkan kita untuk tidak iri hati, serakah, atau cabul (Kolose 3:5[1]; bd. Matius 6:19-24[2]; Roma 7:7[3]; Ibrani 13:5-6[4]; tetapi sebaliknya menjauhkan diri dari semua bentuk penyembahan berhala (1Korintus 10:14[5]; 1Yohanes 5:21[6]). Allah mendukung semua peringatan ini dengan pernyataan bahwa mereka yang terlibat dalam bentuk penyembahan berhala apa pun tidak akan mewarisi kerajaan-Nya (1Korintus 6:9-10[7]; Galatia 5:19-21[8]; Wahyu 22:15[9]).

IMPLIKASI :
Dalam cerita Zadrach, Mesach dan Abednego, ketiga pejabat istana ini dipaksa harus menyembah patung Nebukadneser dengan iming-iming jabatan mereka atau mati. Mereka memilih tetap pada iman mereka kepda Tuhan meskipun harus mati dibakar dalam tanur api yang sudah dipanaskan tujuh kali lipat.

Apakah Tuhan cukup bagi anda? Kalau Tuhan yang dapat memberikan segala sesuatu sesuai dengan kebutuhan kita itu cukup bagi kita, maka mengapa kita harus mencari sumber kecukupan dari tempat lain?

Tuhan adalah pemberi segala sesuatu. Ia adalah jaminan keselamatan dan kebutuhan hidup kita. Karena itu bila memiliki Tuhan saja itu sudah cukup bagi kita. Bila kita mencari pemenuhan kebutuhan kita melalui berbagai idol atau berhala, maka kita tidak akan pernah mendapat kepuasan, yang terjadi adalah kita menuju kepada kebinasaan.

Milikilah Tuhan, dan itu sudah cukup bagi kita. Ia akan memuasakan kita dengan segala kebutuhan kita. Ia bahkan membuat cawan kita penuh melimpah. Tuhan memberkati kita.

Dalam Keluaran 20:3-5 dikatakan :
20:3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.
20:4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi.
20:5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,




[1] Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
[2] "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya.
Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu;
jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

[3] Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: "Jangan mengingini!"
[4] Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Sebab itu dengan yakin kita dapat berkata: "Tuhan adalah Penolongku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?"
[5] Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala!

[6] Anak-anakku, waspadalah terhadap segala berhala.
[7] Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah? Janganlah sesat! Orang cabul, penyembah berhala, orang berzinah, banci, orang pemburit,
pencuri, orang kikir, pemabuk, pemfitnah dan penipu tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

[8] Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu -- seperti yang telah kubuat dahulu -- bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

[9] Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar